Melihat Surga
Jika saya meminta kepada anda: “anda ingin masuk surga atau ingin masuk neraka?”, saya yakin anda akan menjawabnya dengan tanpa berfikir panjang, bahakan kalau akan perlu menjawabnya tanpa pikiran: “Jelas pilih masuk surga”.Namun ,jika saya, melanjutkan pertanyaa:”pernahkah anda melihat surga?, jika sudah bagaimanakah cara anda melihat surga? Siapa saja yang telah mampu masuk surga dan menjadi penghuni abadi di dalamnya?” saya tidak yakin anda mampu menjawabnya dengan tuntas, sebagaimana tunyasnya jawaban anda ketika ditanya “sudahkan anda melihat ka`bah?”
Aneh memang, orang belum tahu persis apa dan bagaimana keadaan surga, tetapi sejak lahir hingga menjelang mautnya nanti, manusia selalu mendambakan untuk menjadi penduduk surga.Realita ini sering dijumpai pada pengajian-pengajian akbar di kampung-kampung,bahkan merambah kedaerah perkotaan, terutama pengajian ibu-ibu. Sering ustadz atau penceramah melontarkan pertanyaan:
“siapa yang ingin masuk surga?” Dengan serentak dan tanpa aba-aba, seluruh jama`ah pengajian yang ada di dalam majlis tersebut mengangkat tangannya seraya menunjukkan jari tangannya.
Ironisnya, ketika penceramah menunjukkan jalan dan cara untuk memasukinya, yakni dengan melaksanakan perintah Allah SWT serta menjauhi larangan-Nya(bertakwa) dan juga mengikuti jejak Nabi Muhammad saw,secara serempak jama`ah pengajian pada umumnya bungkam seribu bahasa, walaupun si penceramah mengulang-ulang pertanyaannya: “siapa yang sanggup menegakkan shalat jama`ah? Siapa yang mau menyemarakkan puasa ramadhan? Siapa yang mau saya ajak puasa senin kamis?” Begitulah kira-kira teriakan-teriakan ustadz dalam setiap pengajian.
Susah memang mengikuti kemauan manusia!
“Sesungguhnya manusia diciptakan dengan susah payah,”(Qs.Al-Balad: 4)
Padahal ajakan-ajakan tersebut bukanlah ajakan asing dalam pendengaran mereka. Bahkan, lantunan ayat-ayat al-Qur`an dalam setiap pengajian hampir didominasi ambisi masuk surga ini.
Melihat pada kasus diatas, sebenarnya apa yang kurang tepat dalam pengajian dan dakwah Islam? Atau memang sudah demikian keadaan umat Islam sekarang? Secara logika alamiah, mereka menginginkan suatu hal, maka mereka akan mencarinya dengan segenap kemampuan yang mereka miliki. Tetapi dalam kasus diatas, mengapa manusia sudah sangat mendambakan surga, tetapi mereka masih saja sulit untuk melakukan ibadah-ibadah menuju ke sana?
Menurut hemat penulis, masalah diatas terdiri dari dua hal. Pertama, mereka belum tahu apa dan bagaimana surga itu. Kedua, mereka memandang ibadah-ibadah menuju surga tersebut amatlah sulit bahkan ada yang merasa mustahil untuk melakukannya. Oleh karena itu, guna memecahkan problem di atas, maka harus di tempuh dengan dua cara pula:
Pertama, kita beri gambaran lengkap mengenai kemegahan, keistimewaan, kenyamanan, keindahan, dan kesempurnaan serta keagungan surga tersebut. Dengan demikian orang akan akan berambisi besar untuk memasukinya, bahkan kalau bisa kita antarkan mereka agar mempunyai tekad untuk berjuang hingga titik darah penghabisan ”Demi surga”
“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhanya dan menahan diri dari keinginanhawa nafsu-Nya. Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya),”(Qs.an-Naziat: 40-41)
Kedua, kita buka pola pikir kesadaran mereka, bahwa ibadah itu adalah mudah dan mereka mampu untuk melakukannya dengan tanpa membebani mereka. Bahkan beribadah juga mampu mengikuti hasrat kita khususnya banyak dan sedikitnya. Rasulullah saw bersabda:
“Lakukanlah segala apa yang mampu kalian amalkan. Sesungguhnya Allah tidak jemu sampai kalian sendiri merasa jemu,” (HR. Al Bukhari).
Dengan demikian, mereka akan mencoba melakukannya (pada tahap awal, ibadah coba-coba tidak masalah) hingga mereka merasakan kenikmatan beribadah. Berikut ini akan kami sampaikan dua solusi diatas:
Pertama, keindahan surga. Mungkin selain Rasulullah saw belum ada orang yang di izinkan Allah SWT untuk melihat surga. Tetapi jangan khawatir! Anda dapat membaca, melihat dan menikmati nuansa alam surga dengan membaca, mengkaji dan mengamalkan Al Qur`an dan Sunnah. Secara garis besarnya, gambaran umum menganai surga ini di ungkapkan Allah SWT dalam banyak ayat dalam Al Qur`an. Berikut ini pembahasan lebih lanjut mengenai keindahan surga berdasarkan ayat-ayat dalamAl Qur`an. “Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan(wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kasabaran mereka(dengan) surga dan(pakaian) sutera. Di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan didalamnya(teriknya) mataharidan tidak pula dingin yang bersengatan. Dan naungan(pohon-pohon surga itu) dekat diatas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejan- bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca.(yaitu) kaca-kaca(yang terbuat) dari perak yang telah di ukur mereka dengan sebaik-baiknya. Di dalam surga itu mereka di beri minum segelas(minuman) yang campurannya adalah jahe(yang di datangkan dari) sebuah mata air surga yang di namakan salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat merek, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. Dan apa bila kamu melihat di sana(surga), Niscaya kamu akan melihat berbagai kenikmatan dan keraja`an yang besar.
Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah di syukuri (di beri balasan),” (Qs, Al Insan:n 11-22).
Terlalun sulit saya membayangkan keindahan surga secar pasti. Gemerlap dan segala kemewahannya yang pasti tidak ada di dunia ini. Saya akan melukiskan keadaan surga secara lengkap berdasarkan pada ”ayat-ayat surga” sebagaimana yang diungkapkan oleh Zuhair Hasan Hamidat.
Surga adalah seberkas cahaya yang berkilauan, terdapat Raihanah (tumbuh-tumbuhan yang beraroma harum), istana yang didirikan di atas sungai yang panjang, buah-buahan yang banyak lagi masak, istri yang cantik jelita, pakaian-pakaian sutra, dan hal yang abadi dalam hal keindahan dan keelokan, di rumah-rumah yang tinggi, sejahtera lagi menawan.
Bangunanya adalah batu-bata dari perak dan emas, Lumpur adukanya adalah minyak kasturi yang sangat harum, batu-batu kerikilnya adalah mutiara dan permata yakut, dan debunya adalah Za`faran. Siapa saja yang masuk kedalamnya, maka ia akan mendapat kenikmatan dan tidak akan menderita. Ia akan kekal dan tidak akan mati. Pakaiannya yang tidak akan usang dan masa mudany tidak akan hilang. Surga adalah kampung yang Allah SWT. Ciptakan dengan tangan-Nya sendiri . Dia menciptakannya sebagai tampat tinggal orang-orang yang dicintai-Nya. Dia memenuhinya dengan rahmat, kemuliaan dan karunia-Nya. Dia menyifati kenikmatanya dengan keberuntungan yang besar. Dia menguasainy
dengan penguasaan yang besar lagi sempurna. Dia menitipkan segala kebaikan secara melimpah di dalamnya. Dia juga menyucikannya dari segala aib, cacat dan kekurangan.
Jika anda bertanya mengenai tanah dan debu surga, ia adalah minyak kasturi dan Za`faran. Jika anda bertanya mengenai atapnya, ia adalah Arsy ar Rahman. Jika anda bertanya tentang lantainya, ia adalah minyak kasturi yang sangat wangi. Jika anda bertanya tentang tanaman dan pohon-pohon surga, ia adalah emas dan perak, bukan dan bukan pula kayu bakar ataupun kayun keras. Jika anda bertanya tentang buahnya, bentuk dan besarnya laksana tempayan, lebih lunak dari pada keju dan lebih manis dari pada madu. Dan jika anda andea bertanya tentang daunnya, ia lebih indah dari pakaian-pakaian halus.
Jika anda bertanya tentang sungai-sungai, mak itu berupa sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang sangat lezat bagi orang-orang yang meminumnya, dan sungai-sungai dari madu murni. Jika anda bertanya makanan mereka, ia berupa buh-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Jika anda bertanya tentang minuman mereka, ia berupa tasnim, jahe dan kafur. Jika anda bertanya tentang tangan bejana-bejana, ia berupa bejana dari emas dan perak yang bening laksana kaca-kaca.
Dan jika anda bertanya luas daun-daun pintunya, jarak antar daun kedua pintunya adalah sejauh perjalanan 40 tahun, dan sungguh kelak pada suatu hari ia penuh sesak karena sangat banyaknya orang yang hendak memasukinya. Dan jika anda bertanya tentang merdunya gemuruh anginyang menerpa pepohonan surga, ia bagaikan nyanyian yang sangat merdu bagi siapa saja yang mendengarkannya. Jika anda bertanya tentang naungan atau kerindangan pepohonan surga, untuk melintasi naungan satu pohonseorang penunggang lihai lagi cepat membutuhka waktu selama 100 tahun tanpa henti.
Jika anda bertanya tentang luas surga, maka penghuninya yang paling rendah melintasi kerajaan, dipan-dipan, istana-istana, dan kebun-kebunya sejauh perjalanan 1000 tahun. Jika anda bertanya tentang kemah-kemah dan kubahnya, satu kemahnya terbuat dari intan yang berongga, panjangnya 60 mil. Jika anda bertanya tentang kamar-kamar dan istananya, maka berupa ruangan-ruangan yang di atasnya terdapat ruangan-ruangan yang lain, sedang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Dan jika anda bertanya tentang tingginya, lihatlah ke arah bintang-bintang yang muncul maupun tenggelam di ufuk langit, yang hampir-hampir tidak bisa dilihat oleh pandangan mata.
Jika anda bertanya tentang pakaian para penghuni surga, maka pakaian mereka berupa sutra dan emas. Jika anda bertanya tentang kasur-kasurnya, bagian dalamnya terbuat dari kain sutra yang halus, terhampar di tingkatan yang paling tinggi. Jika anda bertanya tentang dipan-dipanya, diatas kaki-kaki dipan tersebut ada baskhinah (sejenis papan) yang di kancing dengan kancing-kancing emas.
Dan kata-kata sekaya apapun sepertinya tidak cukup untuk melukiskan keindahan surga. Untuk lebih meresapinya, berikut ini saya kemukakan ayat-ayat Al Qur`an yang membicarakan tentang surga:
“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga `And. Dan keridhahan Allah SWT adalah lebih besar, itu adalah keberuntungan yang besar.” (Qs. At Taubah; 72).
“Sesungguhnya Allah SWT memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka di beri perhiasan dan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutra,” (Qs. Al hajj: 23).
“ sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenag-senang dalam kesibuka (mereka ). Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. (kepada mereka dikatakan): “salam”, sebagai ucapan selamat dari tuhan yang maha penyayang,” (Qs. Yasin: 55-58).
“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintu nya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan ) atasmu. Berbahagialah kamu ! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal didalamnya “. Dan mereka mengucapkan: “segala puji vagi Allah yang telah memenuhi janjiNyakepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini, sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga dimana saja yang kami kehendaki. Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal,” (Qs. Az-zumar: 73-74).
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu) didalam taman-taman dan mata air-mata air. Mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan. Demikianlah. Dan kami berikan bereka bidadari. Didalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekawatiran),” (Qs. Ad-Dukhan: 51-55).
“(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwayang didalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah
rasanya, sungai-sunga dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring, dan mereka memperoleh didalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minum dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?” (Qs.Muhammad: 15).
“Sesungguhnya orang-orang yang brtakwa itu didalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi Tuhan yan berkuasa,” (Qs. Al-Qamar: 54-55).
“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada disurga. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Kedua surga itu mempunya pohon-pohonan dan buah-buahan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Didalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Didalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Mereka bertelekan diatas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra. Dan buah-buahan dikedua surga surga itu dapat (dipetik) dari dekat. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Didalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernahdisentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan? Seakan-akan bidadari itu permata yakutdan marjan. Maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan? Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). Maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan? Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi. Maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan? Kedua surga itu (kelihatan) hijau warnannya. Maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan? Didalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar. Maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan? Didalam keduanya(ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima. Maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan? Didalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. Maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan? (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah. Maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan? Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan? Mereka bertelekanpada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah. Maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan?
Maha Agung nama Tuhanmu yang menpunyai kebesaran dan karunia,” (qs. Ar-Rahman: 46-78).
“Dan orang-orang yamg beriman paling dahulu, mereka itulah yang didekatkan kepada Allah SWT. Berada dalam jannah kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. Dan segolongan kecil dari oarang-orang yang kemudian. Mereka diatas dipan yang bertahta emas dan permata. Seraya bertelekan diatsnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir, Merekatidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih. Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan ada bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan dari apa yang mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataana yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang manimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar Ucapan salam. Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada diantara pohon bidarayang tak berduri. Dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya) , dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak , yang tak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya. Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesunggihnya kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya . (kamiciptakan mereka) untuk golongan kanan, ( yaitu) golongan besar dari orang-orang yang terdahulu. Dan golongan besar pula dari orang-orang yang kemidian,” (Qs. Al-Waqiah: 10-40).
“Dan dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra. Didalamnya mereka duduk bertelekan diatas dipan, mereka tidak merasakan didalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersengatan. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat diatas mereka dan buahnya dimudahkan memtik semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca, (yaitu0 kaca-kaca yang terbuat dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya. Didalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campuranna adalah jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apa bila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu melihat disana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang yang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih,” (Qs. Al-Insan: 12-21).
“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenagan, (yaitu) kebun-kebundan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya, Dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman) . Didalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta. Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak,” (Qs. An- Naba`: 31-36).
“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rizqi buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “inikah yang pernah diberiokan kepada Kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka didalamnya istri-istri yang suci dan mereka kekal didalamnya,” (Qs,.Al-Baqarah:25).
“Kataknlah: “Apa (adzab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada oarang-orang yang bertaqwa?” Dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?” Bagi mereka didalam surga itu apa yang mereka kehendaki, sedang mereka kekal (didalamnya) . (Hal itu) adalah janji dari Tuhanmu yang patut dimohonkan (kepada-Nya),” (Qs. Al-Furqan: 15-16).
“Sesungguhnya oarng-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, dibawah mereka mengalir sungai-sungai didalam surga yang penuh kenikmatan. Do`a mereka didalamnya adalah: “Subhanakallahumma”, dan salam penghormatan mereka adalah: “salam”, danpenutup doa mereka ialah: “Alhamdulillahi Rabbil `alamin” (Qs. Yunus: 9-10).
Masih banyak ayat-ayat al Qur`an yang menerangkan tentang kemegahan surga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar